Gel dan Pasta

Standard

BAB I
PENDAHULUAN

LANDASAN TEORI
1.1.1 PASTA
Pasta adalah sediaan berupa massa lunak yang dimaksudkan untuk pemakaian luar. Biasanya dibuat dengan mencampurkan bahan obat yang berbentuk serbuk dalam jumlah besar dengan vaselin atau parafin cair atau dengan bahan dasar tidak berlemak yang dibuat dengan gliserol, mucilago atau sabun. Digunakan sebagai antiseptik atau pelindung kulit (Farmakope Indonesia edisi III).
Di samping itu, Pasta yang akan dibahas disini adalah tipe Pasta Berlemak. Dimana Sebagai bahan dasar salep digunakan Vaseli, Paraffin cair. Bahan tidak berlemak seperti Glycerinum, Mucilago atau sabun dan digunakan sebagai antiseptic atau pelindung kulit.
Karena itu, merupakan salep yang tebal, kaku, keras, dan tidak meleleh pada suhu badan. Komposisi salep ini memungkinkan penyerapan pelepasan cairan berair yang tidak normal dari kulit.
Karena jumlah lemak lebih sedikit dibanding serbuk padatnya supaya homogeny lemak – lemak ini harus dilelehkan dulu (Ilmu Meracik Obat, Moh.Anief, Gajah Mada University Press, Hal 68).
Adapun bahan yang diformulasikan dalam pembuatan Pasta (Zinc Oxide Paste, USP) menurut Modern Pharmaceutical Hal, 310 yaitu meliputi Zinc Oxide , Starch , Calamine , White Petrolatum,qs,ad.

1.1.2 GEL
Gel didefinisikan sebagai suatu sistem setengah padat yang terdiri dari suatu dispersi yang tersusun baik dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar atau saling diserapi cairan. Gel satu fase merupakan gel dalam amna makro molekulnya disebarkan keseluruh cairan sampai tidak terlihat ada batas diantaranya. Dalamm hal dimana massa gel terdiri dari kelompok-kelompok partikel kicil yang berbeda, maka gel dikelompokkan sebagai sistim dua fase dan sering disebut magma atau susu. Gel dan magma dianggap sebagai dispersi koloidal oleh karena masing-masing mengandung partikel-partikel dengan ukuran koloidal. ( Ansel,C. H. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: UI Press).
Gel merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. gel kadang – kadang disebut jeli. (Farmakope Indonesia edisi IV, hal 7)
Gel adalah sediaan bermassa lembek, berupa suspensi yang dibuat dari zarah kecil senyawaan organik atau makromolekul senyawa organik, masing-masing terbungkus dan saling terserap oleh cairan (Formularium Nasional, hal 315)
Adapun bahan – bahan yang diformulasikan untuk membuat Gel (Lubicating Jelly) menurut Modern Pharmaceutical, Hal 308 yaitu meliputi Methocel 90 H.C. 4000 , Carbopol 934 , Propylene Glycol , Methyl Paraben , Sodium Hydroxide,qs ad , dan Purified Water.
1.1.3 PEMERIAN
Zinc Oxide : Serbuk amorf, sangat halus, putih atau putih kekuningan, tidak berbau, lambat laun akan menyerap karbondioksida dari udara (Farmakope Indonesia edisi III, Hal 536).
Starch/Pati : Serbuk hablur putih, larut dalam air panas membentuk larutan agak keruh (Farmakope Indonesia edisi III, Hal 720).
Calamine : Serbuk halus, merah jambu, tidak berbau praktis, tidak berasa. Praktis tidak larut dalam air, larut dalam asam mineral (Farmakope Indonesia edisi III, Hal 119).
White Petrolatum : Putih/Kekuningan pucat, massa berminyak transparan dalam lapisan tipis pada cahaya setelah didinginkan pada suhu 0oC. Titik Lebur antara 380-600C. Fungsi sebagai Zat tambahan, Emollient (Farmakope Indonesia edisi III, Hal 822).
Methocel 90 H.C. 4000: Putih, granul, bau khas, larut dalam air. Fungsi sebagai penyalut. Titik Lebur : 1900 – 2000C (Handbook of Pharmaceutical Excipients, Hal 462).
Carbopol 934 (Carbomer): Putih, lembut, higroskopis, bau khas. TL nya meliputi 260oC, 30 menit. Fungsinya sebagai Emulgator dan Suspending Agent (Handbook of Pharmaceutical Excipient, Hal 111).
Propylene Glycol (Methyl Glycol): Cairan kental, jernih, tidak berwarna, rasa khas, praktis tidak berbau, menyerap air pada udara lembab (Farmakope Indonesia edisi IV, hal 712).
Methyl Paraben (Nipagin): Hablur kecil, tidak berwarna/serbuk hablur, putih, tidak berbau/bau khas lemah, memiliki rasa terbakar, mudah larut dalam etanol dan eter. Jarak lebur 125o – 128o. Khasiat sebagai Pengawet (Farmakope Indonesia edisi IV hal, 551).
Sodium Hydroxide: Bentu batang, butiran, massa hablur atau keeping, kering, keras, rapuh, dan menunjukkan susunan hablur; putih, mudah meleleh basah, sangat mudah larut dalam air dan dalam ethanol (95%). Khasiat sebagai Zat tambahan (Farmakope Indonesia edisi III, Hal 412).
Purified Water: Cairan Jernih , tidak berwarna , tidak berbau. (Farmakope Indonesia ed IV, Hal 112). Fungsi : Sebagai Pelarut

LATAR BELAKANG
Pada umunya Pasta memiliki Karateristik yang berbeda dengan sediaan padat yang lain, yaitu daya absorbsinya lebih besar, digunakan untuk mengadsorbsi sekresi cairan serosal pada tempat pemakaian, tidak sesuai dengan bagian tubuh yang berbulu, mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topical, konsistensi lebih kenyal dari unguentum, tidak memberikan rasa berminyak seperti unguentum, memiliki persentase bahan padat lebih besar dari pada salep yaitu mengandung bahan serbuk (padat) antara 40 %- 50 %.
Disamping itu, Pasta mengikat cairan secret, pasta lebih baik dari unguentum untuk luka akut dengan tendensi mengeluarkan cairan, bahan obat dalam pasta lebih melekat pada kulit sehingga meningkatkan daya kerja local, konsentrasi lebih kental dari salep, daya adsorpsi sediaan pasta lebih besar dan kurang berlemak dibandingkan dengan sediaan salep. Dan pasta pun memiliki kekurangan, yaitu karena sifat pasta yang kaku dan tidak dapat ditembus, pasta pada umumnya tidak sesuai untuk pemakaian pada bagian tubuh yang berbulu, Dapat mengeringkan kulit dan merusak lapisan kulit epidermis, dapat mengeringkan kulit dan merusak lapisan kulit epidermis, dapat menyebabkan iritasi kulit.
Zat pembentuk gel yang ideal untuk sediaan farmasi dan kosmetik ialah inert, aman dan tidak bereaksi dengan komponen lain Karakteristik gel harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan sediaan yang diharapkan. Penggunaan bahan pembentuk gel yang konsentrasinya sangat tinggi atau BM besar dapat menghasilkan gel yang sulit untuk dikeluarkan atau digunakan).

BAB II
BAHAN, PERHITUNGAN BAHAN DAN CARA KERJA

FORMULA VIII
Bahan
Zinc Oxide 25 %
Starch 25 %
Calamine 5 %
White petrolatum qs ad 100 %
m.f 50 g

Perhitungan Bahan
Zinc Oxide : 25/100 x 50=12,5 g
Starch : 25/100 x 50=12,5 g
Calamine : 5/100 x 50=2,5 g
White Petrolatum : 50 – (12,5 + 12,5 + 2,5) = 22,5 g

Cara Kerja
Siapkan alat dan bahan, timbang sesuai kebutuhan
Ayak Zinc Oxide dengan ayakan No.100 sebelum ditimbang
Campur Zinc Oxide, Starch, dan Calamine, aduk ad homogen
Lebur sebagian Vaselin Putih , tambahkan dalam campuran serbuk, aduk ad homogen
Tambahkan sisa Vaselin Putih yang tidak di lebur, aduk ad homogen
Masukkan ke dalam wadah

2.2 FORMULA IX
2.2.1 Bahan
Methocel 60 H.C.4000 0,8 %
Carbopol 0,24 %
Propylene Glycol 16,7 %
Methyl Paraben 0,015 %
Sodium Hidroxide qs ad pH 7, 1 %
Purified Water qs ad 100 %
m.f 50 g

2.2.2 Perhitungan Bahan
Methocel : 0,8/100 x 50=0,4 g=400 mg
Carbopol : 0,24/100 x 50=0,12 g=120 mg
Propylene Glycol : 16,7/100 x 50=8,35 g
Methyl Paraben : 0,015/100 x 50=0,0075 g
=7,5 mg≈50 mg
Sodium Hidroxide : 1/100 x 50=0,5 g=500 mg
Purified Water : 50/100 x 12 ml=6 ml
50 – (0,4 + 0,12 + 8,35 + 0,0075) = 41,1225 g
BJ air = 1 g/ml
Volume= Massa/BJ =(41,1225 g)/(1 g/ml)=41,1225 ml

2.2.3 Cara Kerja
1. Larutkan Methocel dalam 20 ml air (80○ – 90○) panas
2. Larutkan Carbopol dalam 10 ml air panas
3. Larutkan Methyl Paraben dalam Propylene Glycol
4. Campur ketiga larutan tersebut dengan hati-hati untuk menghindari penggabungan udara
5. Sesuaikan pH larutan menjadi 7,0 dengan menambahkan Natrium 1 % (sekitar 12 ml diperlukan) dan volume hingga 40 ml dengan aquadest
6. Aduk ad homogen

BAB III
PEMBAHASAN dan HASIL KERJA

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil yang di praktekkan banyak yang dijadikan perubahan. Umumnya Starch terdiri dari 5 golongan , yaitu :
Amylum Manihot (Pati Singkong)
Amylum Maydis (Pati Jagung)
Amylum Oryzae (Pati Beras)
Amylum Solani (Pati Kentang)
Amylum Tritici (Pati Gandum)
(Sumber : Handbook of Pharmaceutical Excipients, Hal 483)
Tetapi dari kelima Starch tersebut yang digunakan sebagai formulasi untuk sediaan Pasta adalah Pati Jagung (Corn Starch).
Dan cara kerja pada pasta pun harus sangat teliti agar pasta homogeny yaitu dengan cara menyisihkan sebagian sediaan Starch, Zinc Oxyde, dan Calamine yang telah dicampur ad homogeny dan tambahkan White Petrolatum sedikit demi sedikit lalu gerus perlahan-lahan sampai sediaan menyatu dan terbentuk homogeny.

3.2 HASIL KERJA
3.2.1 FORMULA VIII
Bobot pot kosong : 13,6 g
Bobot pot + isi : 62,55 g
Bobot isi : 62,55 – 13,6 = 48,95 g
Bobot penyusutan : 50 – 48,95 = 1,05 g
Persentase bobot penyusutan : 1,05/50 x 100 % = 2,1 %
3.2.2 FORMULA IX
Bobot pot kosong : 13,7 g
Bobot pot + isi : 59,5 g
Bobot isi : 59,5 – 13,7 = 45,8 g
Bobot penyusutan : 50 – 45,8 = 4,2 g
Persentase bobot penyusutan : 4,2/50 x 100 % = 8,4 %

BAB IV
KESIMPULAN

KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang dipraktekkan bahwa terjadinya penyusutan drastis yang disebabkan oleh efek peleburan yang terlalu lama sehingga terjadi penguapan yang banyak dan melekatnya bahan pada cawan atau beaker glass serta penimbangan bahan yang tidak sesuai dengan yang diperintahkan. Dan homogenitas yang kurang akibat dari cara pengadukan yang tidak sesuai pada saat pengerjaan.

2 responses »

  1. Saya Siswi SMK Farmasi Surabaya. Saya mau tanya keterangan dari Bahan Calamin.? Maklum tugas ndadak dan lupa enggak ke perpus. Thanks

    • Karateristik Fisika : Serbuk halus, warna merah jambu, tidak berbau, praktis tidak berasa. bahan asal adalah ZnO berwarna putih dan warnah merah jambu berasal dari sejumlah kecil Fe2O3, mengandung tidak kurang dari 98% ZnO.

      Efek : Antiseptikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s